PASURUAN, PasuruanToday.com – Setelah dua pekan memilih diam, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil akhirnya angkat bicara terkait polemik kepemilikan Yayasan Pancawahana dan kepemimpinan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Graha PCNU Bangil, Rabu (22/4/2026).
Ketua PCNU Bangil, Eddy Supriyanto, menegaskan pihaknya memiliki legitimasi resmi dalam menjalankan roda organisasi.
Ia menyebut, PCNU Bangil telah mengantongi surat keputusan (SK) dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjadi dasar dalam menjalankan aktivitas organisasi, termasuk penandatanganan surat-menyurat.
“Secara administratif dan organisatoris, kami sah menjalankan tugas-tugas kepengurusan sesuai mandat yang diberikan,” ujar Eddy.
Polemik ini mencuat dalam dua pekan terakhir, ditandai dengan aksi demonstrasi mahasiswa yang mempertanyakan keabsahan rektor UNUBA.
Situasi semakin memanas setelah munculnya pengukuhan rektor oleh pihak lain di sebuah hotel di kawasan Prigen, serta klaim kepengurusan yayasan yang berbeda.
Sementara itu, Sekretaris Tanfidziyah PCNU Bangil, Sudiono Fauzan, menjelaskan bahwa pihaknya berpegang pada Akta Pendirian Yayasan Pancawahana Nomor 69 Tahun 2014. Dalam akta tersebut ditegaskan bahwa yayasan berada di bawah naungan PCNU Bangil.
Ia merinci beberapa poin penting dalam akta tersebut, di antaranya yayasan didirikan di bawah PCNU Bangil, menjadi dasar pendirian lembaga pendidikan awal berupa STAIPANA, serta ketentuan bahwa pembina yayasan berasal dari unsur Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah PCNU Bangil, dan pihak lain yang dinilai layak serta berkontribusi bagi NU.
Sudiono menyebut, sikap diam yang diambil selama ini merupakan bagian dari upaya menempuh jalur persuasif. Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum.
“Kami berharap persoalan ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Namun jika diperlukan, kami akan melayangkan somasi kepada tiga pihak untuk mengundurkan diri serta membatalkan akta yang mereka buat,” tegasnya.
PCNU Bangil berharap konflik internal ini dapat segera diselesaikan secara damai tanpa memperpanjang polemik yang berpotensi mengganggu stabilitas lembaga pendidikan di bawah naungan NU.(Mif)


Tinggalkan Balasan