PASURUAN, PasuruanToday.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara pembaretan 1.334 siswa dan siswi dari enam SMA Negeri (SMAN) Taruna di Jawa Timur setelah menjalani masa basis selama tiga bulan.

Upacara pembaretan tersebut berlangsung di Pusat Pendidikan (Pusdik) Brimob Watukosek, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (9/10/2026).

Enam sekolah yang mengikuti prosesi pembaretan tersebut yakni SMAN Taruna Nala, SMAN Taruna Angkasa, SMAN Taruna Bhayangkara, SMAN Taruna Brawijaya, SMAN Taruna Madani, dan SMAN Taruna Pamong Praja.

Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi ketahanan fisik, mental, dan kedisiplinan para siswa selama menjalani pendidikan dasar ketarunaan. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ia juga menyoroti kemampuan para siswa menjalani kehidupan di lingkungan pendidikan tanpa bergantung pada gawai atau gadget.

Khofifah menegaskan, status sebagai taruna dan taruni membawa tanggung jawab moral yang harus dijaga, tidak hanya terhadap diri sendiri dan keluarga, tetapi juga terhadap sekolah serta masyarakat.

“Mulai hari ini kalian tidak hanya membawa nama diri sendiri dan keluarga, kalian membawa nama sekolah dan nama taruna-taruni Jawa Timur sekaligus menjadi kader bela negara untuk menjaga NKRI. Oleh karena itu, junjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, nilai keindonesiaan, integritas, serta kejujuran,” kata Khofifah.

Selain menekankan kedisiplinan, Khofifah mengingatkan seluruh pengelola sekolah agar memastikan lingkungan pendidikan ketarunaan tetap aman, kondusif, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Ia secara tegas melarang praktik kekerasan maupun perundungan atau bullying yang dilakukan dengan dalih senioritas.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan yang merugikan atau merendahkan peserta didik lainnya.

“Jangan pernah menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan serta hindari bullying karena senioritas. Mari kita bangun proses pendidikan penuh kedisiplinan tetapi juga dilaksanakan secara humanis,” ujarnya.

Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen membangun sistem pendidikan ketarunaan yang mengedepankan kedisiplinan sekaligus pendekatan humanis.

Ia menilai keseimbangan antara ketegasan, pembentukan mental, dan kepedulian terhadap sesama menjadi faktor penting dalam mencetak calon pemimpin bangsa yang berkualitas.

Khofifah juga meminta solidaritas yang telah terbangun di antara siswa dari enam sekolah taruna tersebut terus dipelihara hingga mereka menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, persaudaraan lintas sekolah dapat menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembaretan tersebut menandai selesainya salah satu tahapan penting dalam pendidikan dasar ketarunaan yang telah dijalani para siswa selama tiga bulan.

Selama masa basis, para taruna dan taruni mendapatkan pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, serta kemandirian. Mereka juga dibiasakan menjalani aktivitas pendidikan tanpa ketergantungan pada gawai selama berada di lingkungan kesatrian masing-masing.

Melalui tahapan tersebut, para siswa diharapkan mampu mengembangkan karakter tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Salah satu siswa SMAN Taruna Madani, Rizky Drajat, mengaku bahagia setelah dinyatakan berhasil melewati tahapan pendidikan tersebut.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah mendidik dan mengarahkannya hingga dapat menjadi bagian dari SMAN Taruna Madani.

“Senang sekali dan saya ingin berterima kasih kepada ayah dan mama yang telah mendidik saya sedemikian rupa. Mohon maaf atas kesalahan saya di masa lampau dan saya ingin membahagiakan mereka berdua,” ujar Rizky.

Prosesi pembaretan ini menjadi penanda berakhirnya masa basis sekaligus awal bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ketarunaan dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap para taruna dan taruni tidak hanya unggul dalam kedisiplinan, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, kejujuran, solidaritas, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.(mif)