GRATI, PasuruanToday.com – Sebanyak 162 mahasiswa program sarjana, magister, dan doktoral dari 42 negara mengunjungi Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan outing class pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melalui program The 6th Summer School 2026.
Para mahasiswa mengunjungi Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kecamatan Grati. Mereka mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang dikemas melalui field learning serta diskusi edukatif bersama organisasi perangkat daerah (OPD), peternak lokal, dan mahasiswa.
Kegiatan tersebut mengangkat tema utama “Green Economy and Sustainable Industry”. Para peserta diajak melihat secara langsung pengelolaan peternakan sapi perah sekaligus mempelajari potensi pengembangan ekonomi hijau dan industri berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.
Di penghujung kunjungan, para mahasiswa diajak melihat langsung peternakan sapi perah yang dikelola KUTT Suka Makmur. Mereka juga berkesempatan mencicipi susu segar produksi koperasi tersebut.
Ketua Penjaminan Mutu Pascasarjana UNAIR, Dr Hariyono, mengatakan summer school merupakan program pendidikan intensif yang digelar untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa pascasarjana memperdalam pengetahuan di bidang tertentu sekaligus mengeksplorasi berbagai topik baru.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan, pengalaman penelitian, serta membangun jejaring akademik lintas negara.
“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam memperkuat peran sebagai School of Collaborative Leadership yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan kebijakan berkelanjutan di tingkat global,” kata Hariyono.
Selain mengunjungi KUTT Suka Makmur, para peserta summer school dijadwalkan mengikuti gala dinner di Pendopo Agung Wonokitri, Kecamatan Tosari. Mereka kemudian akan diajak menyaksikan matahari terbit dari kawasan Gunung Bromo.
Hariyono berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru bagi para mahasiswa mengenai potensi Kabupaten Pasuruan.
“Hari ini kita minum susu bersama dan melihat peternakan sapi. Besok pagi kami akan ke Bromo. Diharapkan semuanya mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang potensi yang dimiliki Kabupaten Pasuruan serta memiliki pengalaman yang tak terlupakan,” ujarnya.
Salah seorang peserta asal India, Cavya, mengaku antusias mengikuti kegiatan summer school di Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku menyukai susu yang disediakan KUTT Suka Makmur.
“I really like matcha and original milk. It’s very delicious and tasty,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, mengatakan pihaknya siap mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produksi susu segar dalam negeri.
“Kita siap mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya swasembada susu segar dalam negeri yang tentunya akan berkontribusi pada kedaulatan gizi nasional,” kata Evi.
Evi menyambut baik kunjungan mahasiswa dari berbagai negara tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi dan perkembangan Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat internasional.
“Ini pengalaman menarik. Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi salah satu destinasi. Ini membuktikan Pasuruan memiliki banyak kemajuan yang patut dikenalkan dan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya.
Adapun The 6th Summer School 2026 yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UNAIR mengusung tema “Strategies for Climate Adaptation and Disaster Risk Reduction from a Multidisciplinary Perspective.”
Kegiatan internasional yang digelar untuk keenam kalinya tersebut diikuti 162 peserta dari 42 negara. Program ini menjadi ruang kolaborasi bagi peserta untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim dan upaya pengurangan risiko bencana.(mif)


Tinggalkan Balasan