REMBANG, PasuruanToday.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melakukan normalisasi saluran irigasi Bandong sepanjang sekitar satu kilometer di Kecamatan Rembang. Kamis (15/10).

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi gangguan aliran air yang berdampak pada kebutuhan irigasi pertanian seluas 194 hektare.

Normalisasi dikerjakan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, mulai dari saluran hulu primer Bandong hingga saluran sekunder Balongbendo, Kecamatan Rembang.

Penanganan tersebut merupakan respons atas keluhan petani, khususnya di wilayah Desa Mojoparon dan sekitarnya, yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk menggarap sawah.

Staf Bidang Sumber Daya Air Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Alif Junaedi, mengatakan pekerjaan normalisasi telah berlangsung hampir satu bulan. Anggaran kegiatan tersebut bersumber dari anggaran rutin.

“Kegiatan tersebut sudah berjalan hampir satu bulan. Penanganan meliputi pengerukan sedimen lumpur di saluran irigasi dan perbaikan tanggul yang jebol agar air tidak terbuang,” kata Alif, Kamis (15/10/2026).

Untuk mempercepat pekerjaan, dinas terkait menerjunkan alat berat berukuran sedang. Penggunaan alat berat diharapkan dapat memperlancar pengerukan endapan lumpur sekaligus membersihkan saluran yang mengalami penyumbatan.

Berdasarkan informasi dari lapangan, terganggunya aliran air dipicu oleh penumpukan material sedimen serta sejumlah kendala teknis pada struktur saluran irigasi. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak berjalan optimal.

Selain melakukan pengerukan, petugas juga menangani bagian tanggul yang jebol. Perbaikan diperlukan agar air irigasi dapat mengalir sesuai jalur dan tidak terbuang sebelum mencapai lahan pertanian.

Operator alat berat, Dino Mauludin, mengatakan pekerjaan sejauh ini berjalan tanpa kendala teknis berarti. Namun, masih ditemukan kebocoran air melalui rongga pada pasangan batu saluran yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Selain normalisasi, kami juga melakukan perbaikan tanggul yang jebol agar air tidak terbuang,” ujar Dino.

Normalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi saluran irigasi dan membantu memenuhi kebutuhan air bagi para petani. Meski demikian, penanganan kebocoran pada struktur saluran secara permanen menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar distribusi air lebih optimal dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(mif)