PASURUAN, PasuruanToday.com – Mangga Alpukat Klonal 21 asal Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ludes terjual pada hari pertama Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Tingginya minat pengunjung membuat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Wonokerto harus mendatangkan tambahan pasokan langsung dari perkebunan.

Mangga yang dikenal dengan sebutan Mangga Putar Pasuruan itu menjadi salah satu produk pertanian unggulan yang menarik perhatian pengunjung pameran perdagangan internasional tersebut.

Bahkan, Ir. Sita Komaladewi, istri Menteri Koperasi RI, turut mengunjungi stan Kopdes Merah Putih Wonokerto untuk mencicipi langsung buah khas Kabupaten Pasuruan itu.

Setelah mencicipi mangga tersebut, Sita mengapresiasi cita rasanya yang manis serta tekstur daging buahnya yang lembut. Keunikan Mangga Alpukat Klonal 21 dinilai menjadi daya tarik tersendiri dibandingkan jenis mangga pada umumnya.

Sita juga menyampaikan peluang Kopdes Merah Putih Wonokerto untuk kembali diundang dalam kegiatan serupa yang diselenggarakan Kementerian Koperasi pada masa mendatang.

TEI 2026 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, pada 14–18 Oktober 2026. Keikutsertaan Kopdes Merah Putih Wonokerto dalam ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pertanian Kabupaten Pasuruan kepada pasar yang lebih luas, termasuk calon pembeli dari berbagai negara.

Mangga Alpukat Klonal 21 memiliki karakteristik daging buah yang lembut, minim serat, dan bercita rasa manis. Sesuai namanya, buah ini juga memiliki cara konsumsi yang unik, yakni dengan membelah bagian tengahnya, kemudian memutar kedua sisi hingga terpisah.

Daging buah selanjutnya bisa langsung disantap menggunakan sendok, menyerupai cara menikmati buah alpukat.

Tingginya permintaan selama pameran membuat persediaan mangga yang dibawa koperasi habis pada hari pertama. Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, pengurus koperasi kemudian meminta tambahan pasokan langsung dari perkebunan di Desa Wonokerto.

Kepala Desa Wonokerto, Sugiono, menyambut positif respons pengunjung terhadap produk unggulan desanya. Ia berharap partisipasi dalam TEI 2026 dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi hasil pertanian setempat.

“Alhamdulillah, kami bangga produk unggulan dari Wonokerto mendapat sambutan yang baik di ajang internasional. Kami berharap kesempatan ini dapat membuka jalan bagi produk pertanian desa untuk semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas, sehingga memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat,” ujar Sugiono, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, sambutan positif terhadap Mangga Alpukat Klonal 21 menjadi momentum bagi Desa Wonokerto untuk memperkenalkan potensi pertaniannya kepada konsumen dan pelaku usaha di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan produk tersebut menarik minat pengunjung TEI 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan popularitas Mangga Putar Pasuruan, tetapi juga membuka peluang pasar baru yang berdampak pada peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian serta kesejahteraan petani setempat.(mif)