GEMPOL, PasuruanToday.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Besar As-Salam, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang diisi dengan sholawat, istigasah, dan santunan kepada 70 anak yatim itu menjadi momentum memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Acara yang digelar Takmir Masjid Besar As-Salam tersebut dipimpin Ketua Panitia Amir. Selain masyarakat sekitar, kegiatan juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Pasuruan H. Ilyas, perwakilan Polsek Gempol M. Yusuf, jajaran Ranting PCNU Gempol, Fatayat NU Gempol, pengurus takmir masjid, serta tokoh masyarakat.

Ketua Panitia Amir mengatakan kegiatan santunan anak yatim menjadi agenda rutin yang selalu digelar setiap bulan Muharram sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena penampilan sholawat tahun ini dibawakan oleh kelompok remaja masjid (Remas) Masjid Besar As-Salam. Menurutnya, antusiasme generasi muda dalam mempelajari seni hadrah dan sholawat terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tahun ini kami juga menyalurkan santunan kepada 70 anak yatim yang berasal dari wilayah Gempol. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semuanya,” ujar Amir.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Polsek Gempol M. Yusuf mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengaku terharu melihat banyaknya anak yatim yang hadir, termasuk balita yang masih digendong orang tuanya.

“Saya merasa terharu melihat begitu banyak anak-anak yatim yang hadir. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan menjadi ladang keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ranting NU Gempol menilai santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan mereka. Meski nilainya tidak besar, bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan kebahagiaan sekaligus meringankan beban para penerima.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah yang disampaikan Nyai Uci. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk terus membiasakan diri menyantuni anak yatim, memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai awal memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.(mif)