PASURUAN, PasuruanToday.com – Pemerintah Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Kolaborasi Antar Pihak bagi Perubahan Sosial dan Lingkungan” pada Rabu (10/6).

Kegiatan yang disebut sebagai langkah perdana di Kabupaten Pasuruan tersebut mempertemukan pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lingkungan untuk membahas pengelolaan limbah secara kolaboratif.

FGD yang berlangsung di Kantor Desa Kepulungan itu dihadiri Kepala DLH Kabupaten Pasuruan M. Nur Kholis, Ketua Forum Peduli Lingkungan Eko Widyatmo, perwakilan 18 perusahaan yang beroperasi di Desa Kepulungan, Kepala Desa Kepulungan Abdul Hamid atau yang akrab disapa Gus Didik, serta perangkat desa.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan M. Nur Kholis mengatakan forum tersebut bertujuan mendorong perusahaan sebagai produsen untuk berperan aktif bersama masyarakat dalam pengelolaan limbah.

Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan warga menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap perusahaan memiliki kewajiban memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas produksinya, termasuk pengelolaan limbah yang dihasilkan.

Pengelolaan tersebut harus dilakukan sesuai jenis limbah, mulai dari emisi udara, limbah plastik, hingga limbah cair yang berpotensi mencemari sungai.

“Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan dan memastikan pengelolaannya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Nur Kholis dalam forum tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Kepulungan Gus Didik mengungkapkan upaya membangun kerja sama dengan perusahaan terkait pengelolaan limbah sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya.

Namun, menurutnya, inisiatif tersebut belum berjalan optimal sehingga diperlukan keterlibatan DLH untuk memperkuat koordinasi antar pihak.

Ia menegaskan pengelolaan limbah harus menjadi tanggung jawab bersama antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, Gus Didik mengusulkan pembentukan grup komunikasi berbasis WhatsApp yang melibatkan seluruh pihak guna memastikan proses berjalan terbuka dan dapat dipantau bersama.

“Saya tidak mau dibilang sebagai kepala proyek pengelolaan limbah perusahaan. Karena itu, saya berharap ada grup WhatsApp agar seluruh proses berjalan transparan dan diketahui semua pihak,” ujarnya.

Selain mendorong keterlibatan perusahaan, Gus Didik juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah rumah tangga serta menjaga fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia di desa.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Desa Kepulungan berharap tercipta model kolaborasi yang mampu memperkuat pengelolaan limbah berbasis partisipasi masyarakat.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kerja sama itu juga diharapkan dapat mempererat hubungan sosial antara perusahaan dan warga sekitar.(Mif)