PASURUAN, PasuruanToday.com – Suasana berbeda tampak di halaman SMP Negeri 1 Gempol pada Senin (18/5) pagi.

Ribuan siswa berkumpul mengikuti pembinaan humanis yang digelar Satbinmas Polres Pasuruan sebagai upaya menanamkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai ancaman sosial di lingkungan remaja.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu dipusatkan di lapangan sekolah dan diikuti lebih dari 1.140 siswa bersama jajaran guru.

Pembinaan dipandu langsung oleh KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos, didampingi Pengtu Teguh Warsito.

Dalam arahannya, Bambang menyoroti bahaya narkoba dan psikotropika yang dinilai semakin mengincar kalangan usia muda.

Ia meminta para pelajar lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan agar tidak mudah terjerumus pada tindakan yang merusak masa depan.

“Ancaman narkoba tidak mengenal usia. Sekali masuk, dampaknya bisa menghancurkan masa depan,” ujar Bambang di hadapan para siswa.

Selain narkoba, persoalan bullying juga menjadi perhatian utama dalam pembinaan tersebut. Para siswa, khususnya pengurus OSIS, diajak aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.

Menurut Bambang, sekolah harus menjadi ruang nyaman bagi pelajar untuk berkembang tanpa adanya intimidasi maupun perundungan. Ia juga menekankan pentingnya membangun empati dan kepedulian antarsiswa.

Satbinmas Polres Pasuruan turut mengingatkan maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang kini banyak menyasar kalangan remaja melalui media digital.

Pelajar diminta tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun sosial.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas kenakalan remaja, kriminalitas, hingga tantangan pergaulan modern di era digital.

Kepala SMP Negeri 1 Gempol, Muhammad Hasadullah, mengapresiasi pembinaan yang dilakukan kepolisian. Ia menilai pendekatan humanis seperti ini mampu mendekatkan aparat dengan dunia pendidikan sekaligus membentuk karakter pelajar yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Sinergi seperti ini penting agar siswa memiliki kesadaran hukum dan tumbuh menjadi generasi yang positif,” katanya.(Mif)