PASURUAN, PasuruanToday.com – Ribuan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melantunkan Asmaul Husna secara bersama-sama dalam Gebyar Gerak dan Lagu untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) pagi.

Acara dibuka Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori. Anggota DPR RI yang juga tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Anisah Syakur, turut hadir bersama sejumlah undangan lainnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 2.500 anak PAUD mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tampak kompak melantunkan Asmaul Husna meski harus mengikuti acara di tengah cuaca yang cukup terik.

Selain penampilan gerak dan lagu, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada 50 anak terpilih yang berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan.

Dalam sambutannya, Shobih mengapresiasi kemampuan anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Ia menyebut enam anak berhasil masuk dalam kelompok dengan capaian hafalan yang dinilai luar biasa.

“Selamat untuk anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 dengan sangat baik. Dari semua yang ada, terpilih enam besar anak-anak yang hafalannya luar biasa,” kata Shobih.

Pria yang akrab disapa Gus Shobih itu juga mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak mengenal dan mencintai Al-Qur’an sejak dini. Menurutnya, pendidikan agama yang dimulai dari lingkungan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak.

Ia menilai, mengenalkan Al-Qur’an kepada anak bukan sekadar bekal pendidikan selama hidup di dunia, tetapi juga investasi untuk kehidupan akhirat.

“Dari rumah yang sederhana, bisa lahir generasi yang dekat dengan Allah dan memiliki akhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Gerak dan Lagu Hari Santri Nasional 2026, Farida, mengatakan persiapan kegiatan melibatkan instruktur, guru, dan anak-anak PAUD selama kurang lebih satu bulan.

Menurut Farida, proses latihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh peserta mampu mengikuti rangkaian gerakan, lagu, dan hafalan dengan baik.

“Latihannya bertahap, dimulai dari para instruktur dulu, kemudian berlanjut ke para guru dan kalau sudah ready, barulah ke semua anak-anak,” kata Farida.

Persiapan tersebut membuahkan hasil. Ribuan anak PAUD dapat mengikuti rangkaian acara secara serempak dan menampilkan hafalan, gerak, serta lagu yang telah dilatih sebelumnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak usia dini sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui kegiatan yang melibatkan lembaga PAUD, guru, dan orang tua.(mif)