PASURUAN, PasuruanToday.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan membangun 32 tandon air permanen di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Puluhan tandon tersebut tersebar di 15 desa pada empat kecamatan.
Keempat wilayah itu meliputi Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Tandon mulai dimanfaatkan masyarakat sejak awal Agustus 2026.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, mengatakan pembangunan tandon paling banyak dilakukan di Kecamatan Lumbang dan Pasrepan.
“Kalau paling banyak di Lumbang dan Pasrepan, karena jumlah desa terdampak kekeringan dominan di dua desa tersebut,” kata Eko saat memantau pemanfaatan tandon air permanen di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang. Selasa (1/9).
Setiap tandon memiliki kapasitas sekitar 5.100 liter. Pembangunan fasilitas tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo untuk mempercepat penanganan persoalan kekeringan yang dialami masyarakat.
“Karena ini sifatnya darurat dan sangat dibutuhkan, maka sesuai arahan beliau bahwa kami diminta untuk membangun banyak tandon air. Maka inilah hasilnya, masyarakat sangat senang,” ujarnya.
Menurut Eko, Pemkab Pasuruan juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.
Pengisian air dilakukan menggunakan armada BPBD yang bertugas mengambil dan mendistribusikan air bersih ke tandon-tandon tersebut. Pengisian dilakukan selama kondisi darurat kekeringan maupun berdasarkan permintaan masyarakat terdampak.
“Pengisian air menjadi tanggung jawab BPBD, karena memiliki armada kendaraan yang dapat mengambil maupun mengisi air ke tandon yang sudah dibangun,” jelas Eko.
Pembangunan 32 tandon permanen itu menghabiskan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan 2026.
Eko berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau, tandon juga dapat dimanfaatkan ketika musim penghujan.
“Silakan bisa dimanfaatkan untuk masak, minum, mandi sampai ternak sapi, karena banyak di sini yang memelihara sapi,” katanya.
Kepala Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Achmad Ridwan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pasuruan atas pembangunan tandon permanen tersebut.
Menurutnya, keberadaan tandon sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air. Fasilitas itu juga dinilai tetap bermanfaat ketika musim penghujan karena dapat menjadi tempat penyimpanan air.
“Matur nuwun Mas Rusdi sudah memperhatikan kami, karena air itu sangat berharga bagi warga kami semua,” ujar Ridwan.
Pemkab Pasuruan berharap keberadaan puluhan tandon permanen tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak kekeringan sekaligus memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat di wilayah rawan kekurangan air.(mif)


Tinggalkan Balasan