PASURUAN, PasuruanToday.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari sektor pelayanan pengelolaan sampah mencapai lebih dari Rp1 miliar hingga Juli 2026.

Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, penerimaan retribusi persampahan tercatat sebesar Rp1.011.550.902.

Angka tersebut telah mencapai lebih dari separuh target penerimaan retribusi persampahan tahun anggaran 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1.725.893.900.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis, mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat direalisasikan hingga akhir tahun.

“Realisasi PAD dari sektor pengelolaan sampah di Kabupaten Pasuruan hingga periode Juli 2026 berdasarkan LRA sudah menembus angka Rp1.011.550.902. Raihan ini terus kami dorong agar bisa memenuhi target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1.725.893.900,” kata Kholis melalui sambungan seluler, Selasa (1/9).

Menurut Kholis, kondisi ekonomi masyarakat yang dinamis menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan membayar retribusi. Karena itu, DLH terus menyiapkan strategi untuk menjaga penerimaan daerah tetap stabil.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperluas cakupan wilayah pelayanan persampahan. DLH juga mengoptimalkan potensi pelanggan yang sudah mendapatkan layanan di lapangan.

“Di tengah kondisi kemampuan membayar masyarakat yang terimbas situasi ekonomi naik turun, kami terus berupaya mengoptimalkan penerimaan daerah. Strategi utamanya adalah dengan memperluas jangkauan layanan persampahan serta mengoptimalkan potensi pelanggan yang saat ini sudah berjalan,” ujarnya.

Saat ini, DLH Kabupaten Pasuruan mencatat terdapat 184 pelanggan aktif yang berkontribusi terhadap penerimaan retribusi persampahan.

Pelanggan tersebut berasal dari sejumlah sektor, mulai dari pasar, kawasan industri, hingga permukiman warga seperti dusun, RW, dan perumahan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 unit tempat pembuangan sampah (TPS) tercatat masuk dalam cakupan layanan persampahan yang dikelola pemerintah daerah.

Kholis mengatakan kelompok permukiman warga menjadi sektor dengan jumlah pelanggan terbesar dalam layanan persampahan Kabupaten Pasuruan.

“Saat ini total ada 184 pelanggan aktif yang terdata, termasuk di dalamnya 18 unit TPS yang melayani berbagai sektor seperti pasar, industri, hingga pemukiman. Kelompok permukiman warga sejauh ini tercatat sebagai penyumbang jumlah pelanggan terbesar dalam pelayanan persampahan di Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Selain mengejar target penerimaan, DLH juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan. Perbaikan dan optimalisasi sarana serta prasarana pengangkutan sampah menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan.

DLH berharap peningkatan kualitas pelayanan dapat berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi. Dengan demikian, penerimaan daerah sekaligus pengelolaan kebersihan lingkungan di Kabupaten Pasuruan dapat terus ditingkatkan.(mif)