PASURUAN, PasuruanToday.com – Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-25 BMT-UGT Nusantara Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Senin (30/3).

Agenda tahunan koperasi syariah tersebut menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penyusunan strategi penguatan layanan di tengah transformasi digital.

Mengusung tema “Digital, Produktif dan Militan: Koperasi Syariah yang Melayani dan Memberdayakan”, kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, mulai dari perwakilan Kementerian Koperasi RI, Wali Kota Pasuruan, jajaran pengurus BMT-UGT Nusantara, hingga perwakilan perbankan syariah. Kehadiran para pemangku kepentingan itu dinilai menegaskan posisi BMT-UGT Nusantara sebagai salah satu lembaga ekonomi syariah yang memiliki pengaruh nasional.

Dalam sambutannya, Rusdi menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan BMT-UGT Nusantara yang dinilai konsisten memperkuat ekonomi berbasis syariah di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan koperasi agar kepercayaan anggota tetap terjaga.

“Semoga BMT-UGT Nusantara semakin berkembang, pengurusnya amanah dan pegawainya tetap konsisten karena tantangannya ke depan pasti semakin besar,” ujar Rusdi.

Selain menyoroti tata kelola koperasi, Rusdi juga menyinggung peluang kerja sama antara pemerintah daerah dengan BMT-UGT Nusantara dalam program pembiayaan air bersih dan sanitasi.

Menurutnya, masih banyak warga Kabupaten Pasuruan yang belum memiliki akses jamban layak maupun sanitasi air bersih.

Ia menilai program Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi (PAS) yang diinisiasi koperasi tersebut dapat dikolaborasikan dengan bantuan subsidi pemerintah daerah, terutama bagi anggota koperasi yang membutuhkan fasilitas sanitasi dasar.

“Kalau ada anggota yang belum memiliki jamban, ini bisa disinergikan dengan pemerintah melalui skema subsidi,” katanya.

Di sektor pangan, Rusdi juga memaparkan rencana pembangunan Rice Milling Unit (RMU) oleh pemerintah daerah untuk memperkuat penyerapan hasil panen petani. Skema itu diharapkan mampu membuka peluang pasar bagi anggota koperasi dengan harga yang kompetitif.

Menurut dia, gabah petani akan dibeli sesuai standar harga Bulog, bahkan berpotensi lebih tinggi jika kualitasnya memenuhi kategori premium.

“Kita ingin hasil panen masyarakat terserap dengan baik dan memberi nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Pada akhir sambutan, Rusdi turut menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur di kawasan Sidogiri, termasuk pelebaran dan pembetonan jalan menuju arah Rembang.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menyiapkan jalur khusus kendaraan agar arus lalu lintas tidak langsung melintasi depan pondok pesantren.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas pendidikan di kawasan pesantren.(Mif)