PASURUAN, PasuruanToday.com – Tumpukan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan justru menjadi sumber ekonomi bagi warga Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Melalui sistem pengelolaan terpadu, belasan ton sampah rumah tangga di desa tersebut diolah setiap hari dan menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Program pengelolaan sampah di Desa Randupitu telah berjalan sejak 2017, berawal dari inisiatif para pemuda desa yang ingin mewujudkan lingkungan bersih dan bebas sampah (zero waste).

Kini, sekitar 10 ton sampah basah per hari diolah dan menghasilkan sekitar 6 ton bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) yang dikirim ke industri sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengatakan selain sampah basah, material anorganik seperti plastik dan kardus dipilah untuk dijual kembali ke pengepul maupun pabrik daur ulang.

“Sedangkan sampah organik kami olah menjadi kompos dan pakan ternak, termasuk melalui budidaya maggot untuk pakan lele dan ayam,” kata Fuad, Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak hanya memberi nilai ekonomi bagi desa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.

Fuad berharap model pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan di Randupitu dapat direplikasi di desa lain sebagai solusi persoalan sampah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.(Mifta)