PASURUAN, PasuruanToday.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menggelar pelatihan pengolahan hasil peternakan di Balai Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan yang dikemas melalui program Gelar Pangan Menu Tinggi Protein itu menyasar ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta kelompok UMKM perempuan di Desa Petung.

Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya protein hewani dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, mengatakan persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga kualitas asupan, khususnya protein hewani.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Hasil peternakan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk pangan bergizi dengan nilai jual yang lebih tinggi,” kata Mella.
Menurutnya, keterampilan mengolah hasil peternakan dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, produk olahan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.
“Anak-anak kita bisa memperoleh asupan menu tinggi protein untuk mencegah stunting sejak dari rumah. Di sisi lain, ibu-ibu juga memiliki kesempatan membuka usaha kecil berbasis olahan hasil peternakan sehingga ekonomi keluarga ikut meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan kepada masyarakat agar pengolahan pangan bergizi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami akan terus mendampingi masyarakat agar memahami pentingnya makanan sehat serta cara mengolahnya dengan baik, sehingga hasil olahannya lebih menarik, lezat, dan disukai anak-anak,” kata Ainur.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai cara mengolah produk hasil peternakan. Daging, misalnya, dapat diolah menjadi bakso, sosis, abon, nugget hingga kornet.
Sementara produk berbahan susu dapat dikembangkan menjadi minuman dengan berbagai rasa, keju, mentega, stik susu hingga permen susu.
Ainur mengatakan produk-produk tersebut tidak hanya dapat menjadi alternatif sumber protein bagi keluarga, tetapi juga berpeluang menjadi produk UMKM dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, berbagai produk olahan tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan,” ujarnya.
Pemkab Pasuruan berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya konsumsi protein hewani sekaligus mendorong munculnya pelaku UMKM baru di bidang pengolahan hasil peternakan.
Upaya itu diharapkan turut mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Pasuruan.(mif)


Tinggalkan Balasan