PASURUAN, PasuruanToday.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dengan PT Nestlé Indonesia membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri memasuki dunia industri melalui Program Pelatihan Kerja Generasi Muda Kompeten Industri Cemerlang (GEMILANG).

Program pelatihan selama enam bulan tersebut resmi dimulai pada Senin (12/10/2026) di UPT LKD Kabupaten Pasuruan. Peserta akan mendapatkan pembekalan keterampilan kerja, pelatihan praktik, hingga kesempatan mengikuti on-the-job training (OJT) di pabrik Nestlé Kejayan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, mengatakan program GEMILANG menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di sektor industri.

Ia menyebut Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program pada 2026. Program tersebut diselenggarakan satu kali dalam setahun.

“Syukur alhamdulillah karena Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi lokasi pelaksanaan Program Gemilang,” kata Rakhmat.

Menurut dia, program ini menyasar talenta lokal lulusan SMA jurusan IPA dan SMK di Kabupaten Pasuruan. Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan peserta yang memenuhi kriteria.

Dari total 160 pendaftar, sebanyak 16 orang berhasil lolos seleksi awal. Jumlah tersebut selanjutnya akan disaring kembali hingga tersisa 10 peserta yang mengikuti tahapan pelatihan lanjutan.

“Awalnya ada 160 pendaftar kemudian kami saring lagi sampai 16 peserta. Kita kolaborasi, kita rekrut bersama tim Nestlé, kita latih hardskill dan soft skill, kita kasih kesempatan untuk job training di pabriknya langsung,” ujarnya.

Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh pembelajaran komprehensif mengenai dunia kerja, mulai dari pembelajaran di kelas, pelatihan praktik dengan metode hybrid, hingga pengalaman langsung di area produksi.

Rakhmat berharap program ini dapat memperluas kesempatan generasi muda Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala HRD PT Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan, Heru Cahyono, mengatakan GEMILANG merupakan program pelatihan kerja yang untuk pertama kalinya dilaksanakan melalui kerja sama langsung dengan pemerintah daerah.

Kabupaten Pasuruan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pada 2026. Program ini, kata Heru, juga sejalan dengan komitmen Nestlé Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Dengan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang komprehensif seperti ini, Nestlé Indonesia berkomitmen untuk menciptakan peluang bagi para peserta Program Pelatihan Kerja Gemilang untuk meningkatkan kompetensi dan daya saingnya,” kata Heru.

Ia menjelaskan, peserta akan menjalani pelatihan keterampilan dasar dan soft skills selama tiga bulan di balai latihan kerja. Tahapan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan yang dibutuhkan di lingkungan industri, termasuk kesempatan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui kerja sama dengan Balai Vokasi.

Setelah menyelesaikan tahap awal, peserta akan menjalani seleksi untuk mengikuti OJT di Pabrik Nestlé Kejayan. Dalam tahap ini, peserta berkesempatan mengenal secara langsung proses operasional perusahaan, termasuk kegiatan produksi.

Selama menjalani OJT, peserta juga akan memperoleh uang saku harian sesuai ketentuan program.

Heru menambahkan, peserta yang menuntaskan pelatihan akan mendapatkan sertifikat. Mereka juga berpeluang untuk berkarier di PT Nestlé Indonesia apabila tersedia kebutuhan tenaga kerja dan proses rekrutmen perusahaan.

“Ketika ada kesempatan berkarier, pasti akan diberi kesempatan, sebab mereka sudah ada di dalam environment PT Nestlé Indonesia Kejayan, jadi sudah pasti tahu seperti apa operasional perusahaan, mulai produksi dan lainnya,” tuturnya.

Melalui program GEMILANG, pemerintah daerah dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, serta lebih siap menghadapi persaingan di pasar kerja.(mif)