PASURUAN, PasuruanToday.com – Bupati Pasuruan, Rusdi Soetedjo, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di daerahnya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kabupaten Pasuruan di Auditorium Mpu Sindok, Senin (4/5).

Sebanyak 72 anggota KOPAN resmi dilantik oleh Ketua Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kabupaten Pasuruan, Moch. Syihabuddin. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, serta sejumlah undangan lainnya.

Rusdi menilai pemuda memiliki posisi strategis, baik sebagai kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba maupun sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan aktif pemuda dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkotika.

“Ini menjadi tugas bersama untuk memerangi narkoba, dan pemuda memiliki peran penting di dalamnya,” ujar Rusdi.

Ia mendorong anggota KOPAN yang baru dilantik untuk segera membangun koordinasi dan menyusun langkah konkret di lapangan. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan.

Rusdi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam memerangi narkoba, mengingat permasalahan tersebut merupakan tantangan global yang dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum dan lembaga terkait, seperti BNNK, kepolisian, dan TNI, atas upaya berkelanjutan dalam menekan peredaran narkoba di wilayah Pasuruan.

Sementara itu, Syihabuddin menjelaskan pelantikan KOPAN mengusung tema “Garda Muda Pasuruan Beraksi dengan Karya, Bersih Tanpa Narkoba.” Program ini difokuskan pada upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Ia berharap para anggota KOPAN dapat berperan aktif sebagai penyuluh, pelopor kampanye anti narkoba, serta penggerak masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, mulai dari lingkungan sekolah hingga organisasi kepemudaan.

“Kami fokus pada sosialisasi dan pencegahan dini, mulai dari tingkat sekolah, desa, hingga kecamatan,” ujar Syihabuddin.(Mif)