PASURUAN, PasuruanToday.com – Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, telah rampung 100 persen.

Infrastruktur yang dibangun melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Pasuruan itu diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda kawasan tersebut.

Selesainya pembangunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Dusun Gambiran. Pasalnya, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu daerah rawan banjir, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.

Kepala Dusun Gambiran, Ahmad Kusairi, mengatakan pembangunan pintu pengendali air tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang telah diperjuangkan selama lebih dari lima tahun.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur itu sangat dibutuhkan untuk membantu mengendalikan aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga.

” Dusun Gambiran ini selalu jadi daerah langganan banjir. Maka dari itu, kami mengusulkan sudah lima tahun lalu dan alhamdulillah sekarang selesai dibangun,” kata Kusairi, Senin (2/11/2026).

Atas terealisasinya pembangunan tersebut, Kusairi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Dia berharap pintu pengendali air dapat berfungsi secara optimal sehingga persoalan banjir di wilayahnya bisa diminimalkan.

“Atas nama pemerintah desa dan warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Mudah-mudahan dengan adanya pintu air ini, Dusun Gambiran bisa bebas dari banjir,” ujarnya.

Proyek pembangunan pintu pengendali banjir tersebut dikerjakan CV Tirta Karya Utama dengan menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2026. Nilai pekerjaan diketahui mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Pelaksana lapangan CV Tirta Karya Utama, Mustofa, mengatakan seluruh pekerjaan telah diselesaikan sebelum batas waktu kontrak berakhir.

Dia mengakui, proses pembangunan sempat menghadapi kendala teknis, terutama saat pengerjaan pondasi. Kondisi tanah di lokasi yang didominasi material pasir mengharuskan tim melakukan penggalian hingga kedalaman sekitar tiga meter.

“Kontur tanahnya berbeda dari wilayah lain. Namun, berkat kerja sama tim, para pekerja, serta dukungan peralatan, pembangunan pintu pengendali banjir ini bisa rampung 100 persen jauh sebelum masa kontrak berakhir,” jelas Mustofa.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan, Bensu Roa Priyadi, menjelaskan pembangunan pintu pengendali air merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan dan pengendalian sumber daya air.

Menurutnya, infrastruktur tersebut dirancang untuk membantu mengatur aliran air, khususnya ketika terjadi peningkatan debit pada musim penghujan.

“Pembangunan pintu pengendali banjir ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan pengendalian dan pengaturan aliran air,” kata Bensu.

Dia menambahkan, keberadaan bangunan tersebut perlu didukung dengan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala agar dapat berfungsi maksimal.(mif)