PASURUAN, PasuruanToday.com – Kabar menggembirakan datang dari Taman Safari Indonesia Prigen. Lembaga konservasi satwa tersebut mencatat pencapaian penting dalam upaya pelestarian satwa langka setelah empat bayi harimau Sumatra lahir dalam satu kelahiran.

Kelahiran empat anak harimau Sumatra itu menjadi momen istimewa karena jumlah tersebut tergolong jarang terjadi. Harimau Sumatra dikenal sebagai salah satu satwa endemik Indonesia yang berstatus kritis dan menghadapi ancaman kepunahan di alam liar.

Sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan program konservasi tersebut, manajemen Taman Safari Indonesia Prigen menggelar acara tasyakuran di area Baobab Safari Resort, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

Acara berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan menjadi simbol keberhasilan tim konservasi dalam menjaga serta mengembangbiakkan satwa langka.

General Manager Taman Safari Indonesia Prigen, Erwina Lemuel, mengatakan kelahiran empat bayi harimau Sumatra sekaligus merupakan pencapaian yang sangat membanggakan.

Menurutnya, dalam kondisi normal seekor harimau umumnya melahirkan dua hingga tiga anak, sehingga kelahiran empat anak dalam satu periode menjadi peristiwa yang luar biasa.

“Rasanya seperti mendapatkan hadiah besar. Harimau Sumatra merupakan satwa yang sangat penting untuk dilestarikan, dan kelahiran empat anak sekaligus menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi kami,” ujarnya.

Dengan kelahiran tersebut, populasi harimau Sumatra di Taman Safari Indonesia Prigen kini bertambah menjadi delapan ekor. Sebelumnya, koleksi harimau Sumatra terdiri dari sepasang indukan dan dua anak hasil kelahiran sebelumnya.

Sementara itu, dokter hewan Taman Safari Indonesia Prigen, Bongot, menjelaskan bahwa proses pengembangbiakan harimau Sumatra di penangkaran bukan perkara mudah.

Satwa ini memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, sehingga berisiko mengalami stres yang dapat memengaruhi keberhasilan reproduksi.

Menurutnya, keberhasilan kelahiran empat anak harimau Sumatra merupakan hasil pemantauan intensif yang dilakukan tim dokter hewan dan keeper.

Sejumlah tahapan dilakukan mulai dari pemantauan masa reproduksi induk betina, pengawasan perilaku kawin, pemberian nutrisi dan vitamin khusus, pemeriksaan ultrasonografi (USG) secara berkala, hingga penempatan induk di area yang lebih tenang selama masa kehamilan.

Ia menegaskan bahwa empat bayi harimau tersebut saat ini masih berada dalam pengawasan ketat dan belum diperkenankan berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak harimau yang masih berada pada fase rentan.

“Kami memastikan kebutuhan induk dan anak terpenuhi dengan baik. Pada usia dini, kontak berlebihan dengan manusia berpotensi menimbulkan stres maupun gangguan kesehatan,” katanya.

Taman Safari Indonesia Prigen berharap kelahiran empat bayi harimau Sumatra ini dapat menjadi kontribusi nyata terhadap upaya konservasi satwa langka Indonesia.

Selain memperkuat populasi harimau Sumatra di bawah pengelolaan konservasi, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dokter hewan, keeper, dan manajemen mampu mendukung pelestarian spesies yang terancam punah.

Kelahiran empat bayi harimau Sumatra sekaligus itu diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya di Indonesia.(Mif)