TOSARI, PasuruanToday.com – Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diperkuat melalui pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata yang digelar Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Jawa Timur di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/7).

Kegiatan bertajuk Connection Campus, Collaborative Culture and Industry itu juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama ASPIKOM Jatim IMPAC Collaboratory 2026 bersama Kecamatan Tosari, Pemerintah Desa Ngadiwono, dan Pemerintah Desa Podokoyo sebagai upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis desa.

Pembukaan kegiatan dihadiri Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri, Danramil 0819/26 Tosari Kapten Inf Nurkholiq, Ketua ASPIKOM Jatim Awang Darmawan, perwakilan enam perguruan tinggi anggota ASPIKOM Jawa Timur, kepala desa, serta mahasiswa peserta KKN.

Enam kampus yang terlibat dalam program tersebut yakni STIKOSA AWS Surabaya, Universitas Yudharta Purwosari, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Islam Blitar, dan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo.

Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pendampingan di Desa Ngadiwono dan Desa Podokoyo. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan komunikasi pariwisata, promosi destinasi, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga peningkatan kapasitas masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Danramil 0819/26 Tosari Kapten Inf Nurkholiq menilai kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi desa wisata di kawasan Tosari.

Ia mengatakan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta gagasan baru yang dapat memperkuat promosi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

“Kami dari Koramil 0819/26 Tosari mendukung penuh kegiatan KKN kolaboratif ini. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan gagasan baru dalam mengembangkan potensi wisata serta menggerakkan ekonomi lokal. Semoga kerja sama ini menjadi awal lahirnya berbagai program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tosari,” ujar Nurkholiq.

Melalui kolaborasi tersebut, para pemangku kepentingan berharap pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Tosari tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.(mif)