PASURUAN, PasuruanToday.com – Audiensi terkait kerusakan parah Jalan Puntir-Ngembal di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berakhir tanpa kesepakatan. Dari 14 perusahaan yang diundang Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, hanya satu perusahaan yang hadir dalam pertemuan bersama Ormas GAIB Perjuangan, Kamis (22/10/2026).
Ketidakhadiran 13 perusahaan tersebut menuai kekecewaan. Pasalnya, audiensi itu digelar untuk membahas kerusakan ruas Purwosari-Puntir-Ngembal yang diduga berkaitan dengan lalu lintas kendaraan berat bermuatan berlebih.
Ketua Umum Ormas GAIB Perjuangan, Habib Yusup, menilai aktivitas kendaraan berat yang melintasi jalan tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang perlu segera ditangani.
“Jalan Puntir arah Ngembal ini mayoritas dilewati mobil kelas 1 dan 2, truk-truk besar bermuatan berat yang jelas tidak sesuai dengan kelas jalan desa. Wajar kalau jalan hancur terus, sudah diperbaiki rusak lagi. Ini yang dirugikan rakyat kecil!” kata Habib Yusup dalam audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan.
Menurut dia, kerusakan jalan yang berulang tidak boleh terus-menerus membebani masyarakat. Ia mendesak perusahaan yang aktivitas kendaraannya diduga berkontribusi terhadap kerusakan jalan agar ikut bertanggung jawab mencari solusi.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menyayangkan ketidakhadiran sebagian besar perusahaan yang telah diundang. Sikap tersebut dinilai menghambat upaya penyelesaian persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Karena sebagian besar perusahaan tidak hadir, audiensi belum menghasilkan kesepakatan final. Komisi III DPRD pun merekomendasikan pemanggilan kembali terhadap perusahaan-perusahaan tersebut pada Senin pekan depan.
Dalam pertemuan itu, PT Merak menjadi satu-satunya perusahaan yang hadir. Perwakilannya meminta agar rencana penutupan jalan ditunda.
Namun, permintaan tersebut mendapat respons keras dari Habib Yusup. Ia menegaskan GAIB Perjuangan tidak akan memberikan toleransi jika perusahaan kembali mangkir dan tidak ada kesepakatan dalam pertemuan berikutnya.
“Kalau hari Senin depan tidak ada kesepakatan dan perusahaan-perusahaan itu masih mangkir dan tidak mau tanggung jawab, maka hari Selasa kita tutup total Jalan Puntir-Ngembal! Kita aksi besar-besaran!” ujar Habib Yusup.
Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk tekanan agar perusahaan dan pihak terkait segera merespons keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan.
“Jangan salahkan kami kalau ekonomi mereka terganggu, karena mereka lebih dulu mengganggu kepentingan rakyat!” katanya.
Rencana penutupan total jalan itu berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi dan distribusi barang di kawasan tersebut. Karena itu, pertemuan lanjutan pada Senin mendatang akan menjadi momentum penting untuk mencari penyelesaian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari 13 perusahaan yang tidak menghadiri audiensi mengenai alasan ketidakhadiran mereka maupun tanggapan atas tuntutan GAIB Perjuangan.(mif)


Tinggalkan Balasan