PASURUAN, PasuruanToday.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengajak anak-anak membiasakan diri menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Lomba Mendongeng bertema Medi si Gigi Putih.

Lomba yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (13/10/2026), itu diikuti 24 anak yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Merita, yang akrab disapa Mela Rusdi, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Lomba mendongeng juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan gigi dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Menurut dia, tokoh Medi si Gigi Putih menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya merawat gigi dan mulut sejak usia dini.

“Seperti sosialisasi, tetapi lebih kepada bagaimana mengajak anak-anak agar berani tampil di depan banyak orang sekaligus mengingatkan yang lain untuk rajin menggosok gigi setiap pagi dan sore,” kata Mela.

Ia menilai dongeng memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak. Melalui cerita, anak-anak dapat mengembangkan imajinasi, melatih keberanian, serta menyerap pesan positif dengan cara yang menyenangkan.

Mela berharap pesan tentang kebiasaan menyikat gigi dapat tertanam dalam ingatan anak-anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum perlombaan dimulai, Mela juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar berani menampilkan kemampuan terbaik mereka tanpa merasa minder.

“Hari ini, kalian semua adalah pemenang! Jangan ragu untuk menunjukkan ekspresi terbaik kalian, keluarkan semua potensi terbaik kalian, dan bawalah kita semua masuk ke dalam dunia cerita Medi si Gigi Putih yang seru,” ujarnya.

Ia meminta peserta mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri dan gembira. Menurutnya, keberanian berekspresi merupakan bagian penting dari proses belajar anak.

Selain menggelar lomba mendongeng, TP PKK Kabupaten Pasuruan juga melakukan sosialisasi kesehatan gigi ke taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga taman bermain di berbagai kecamatan.

Sementara itu, Salma, peserta yang mewakili Kecamatan Rembang, mengaku siap memberikan penampilan terbaik meski hanya menjalani persiapan selama lima hari.

Guru pendamping Salma, Heni, menjelaskan proses persiapan dilakukan melalui kerja sama antara guru dan orang tua. Anak-anak berlatih dari rumah, kemudian orang tua merekam suara mereka untuk dikirimkan kepada pihak pendamping sebagai bahan seleksi.

“Kita bekerja sama dengan wali murid. Anak-anak belajar dari rumah, orang tua merekam suara anaknya, lalu dikirimkan kepada kami untuk diseleksi,” kata Heni.

Melalui kegiatan ini, edukasi kesehatan gigi diharapkan dapat menjangkau anak-anak dengan cara yang lebih kreatif. Selain membangun kebiasaan menyikat gigi secara teratur, lomba tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian dan kemampuan bercerita.(mif)