PASURUAN, PasuruanToday.com – Perubahan kurikulum dan tuntutan pendidikan yang terus berkembang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendampingi anak belajar.

Pendampingan yang tepat dinilai penting untuk membangun kemampuan akademik, kemandirian, serta mental anak agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.

Kumon hadir sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang menyesuaikan materi dengan kemampuan masing-masing anak. Metode ini diterapkan agar anak dapat memahami materi secara bertahap, mulai dari tingkat dasar hingga materi yang lebih kompleks.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam seminar parenting yang digelar oleh Wiwik, pemilik Kumon, di Pasuruan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi dan wawasan kepada orang tua agar mampu mempersiapkan anak menghadapi tantangan pendidikan di berbagai zaman.

Dalam metode pembelajaran Kumon, kemampuan anak menjadi dasar penentuan materi, bukan semata-mata tingkatan kelas di sekolah. Sebelum mengikuti pembelajaran, anak terlebih dahulu menjalani tes untuk mengetahui tingkat kemampuan akademiknya.

Hasil tes tersebut kemudian menjadi acuan bagi pengajar atau miss Kumon dalam menentukan materi yang sesuai. Anak selanjutnya dibimbing melalui proses belajar secara bertahap, sehingga dapat membangun pemahaman dan meningkatkan kemampuan sesuai perkembangannya.

Wiwik mengatakan, perubahan kurikulum dan kesulitan memahami pelajaran dapat memengaruhi semangat belajar anak. Tidak sedikit anak yang akhirnya merasa bosan, kehilangan motivasi, hingga mudah menyerah ketika menghadapi soal yang dianggap sulit.

Karena itu, menurut dia, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai kemampuan anak diperlukan agar proses belajar tidak menjadi beban.

“Di Kumon, kami tidak mengelompokkan anak berdasarkan kelasnya, melainkan sesuai kemampuannya. Mereka dibimbing untuk belajar dengan gembira melalui metode yang kami miliki, sehingga bisa memahami mata pelajaran dengan baik,” ujar Wiwik.

Ia berharap seminar parenting tersebut dapat memberikan pengetahuan baru kepada orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak. Dengan dukungan keluarga dan metode belajar yang tepat, anak diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum serta menghadapi tantangan pendidikan pada masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Evi, salah satu perwakilan orang tua, menilai Kumon dapat menjadi pilihan untuk memperkuat kemampuan akademik anak, terutama bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.

Menurut Evi, bekal pengetahuan mata pelajaran umum penting dimiliki anak sebelum masuk pesantren. Pasalnya, aktivitas dan jadwal pendidikan di lingkungan pondok yang padat dapat membuat anak memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti les tambahan di luar kegiatan pesantren.

Ia berharap, penguatan kemampuan akademik sejak dini dapat membantu anak mengikuti pelajaran umum dengan lebih baik ketika menjalani pendidikan di pesantren.

Melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak serta keterlibatan aktif orang tua, pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk kemandirian, ketekunan, dan kesiapan anak menghadapi perubahan zaman.(mif)