BANGIL, PasuruanToday.com – Warga binaan wanita di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengikuti pelatihan menjahit dan pembuatan kerajinan manik-manik, Senin (5/10).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang diberikan Rutan Bangil untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif selama menjalani masa pembinaan.

Pelatihan digelar di Ruang Pembinaan Rutan Bangil. Kegiatan didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Robi Setiawan Tridesia, bersama petugas pembinaan dan peserta magang.

Para warga binaan tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka diberikan materi sekaligus praktik mengenai teknik dasar menjahit serta pembuatan berbagai kerajinan berbahan manik-manik.

Kegiatan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong kreativitas dan kepercayaan diri warga binaan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

“Kami berharap keterampilan yang dipelajari selama berada di Rutan dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi warga binaan untuk lebih mandiri serta produktif ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Robi.

Menurutnya, pembinaan kemandirian menjadi salah satu upaya Rutan Bangil dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Program keterampilan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan minat dan potensi warga binaan. Pelatihan menjahit dan kerajinan manik-manik menjadi salah satu kegiatan yang diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan praktis bagi warga binaan wanita.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru selama berada di Rutan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.(mif)