BANGIL, PasuruanToday.com – Sebanyak 300 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil mengikuti pemeriksaan HIV melalui layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT), Jumat (7/8).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Rutan Bangil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penularan HIV di lingkungan pemasyarakatan.

Pelaksanaan skrining dilakukan secara bertahap dengan melibatkan 10 puskesmas di wilayah Kabupaten Pasuruan. Layanan yang diberikan tidak hanya berupa pemeriksaan, tetapi juga mencakup konseling dan edukasi mengenai HIV serta pentingnya menjaga kesehatan.

Melalui skrining tersebut, para warga binaan mendapat kesempatan mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih awal. Jika ditemukan indikasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, proses tindak lanjut dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan pelayanan kesehatan.

Rutan Bangil menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh layanan kesehatan selama menjalani masa pidana.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Robi Setiawan Tridesia, mengatakan skrining HIV merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat dipantau secara berkala.

“Melalui Mobile VCT Screening HIV, kami berupaya melakukan deteksi dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Sinergi bersama seluruh puskesmas menjadi wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga binaan,” kata Robi.

Menurutnya, kerja sama dengan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan rutan.

Rutan Bangil berharap kolaborasi dengan puskesmas di Kabupaten Pasuruan dapat terus dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran warga binaan mengenai pencegahan penyakit menular.(mif)