GEMPOL, PasuruanToday.com – Kelompok Tani di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar tasyakuran panen musim tanam kedua bersama PT Semangat Bersama Entrepreneurship (SBE), Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas peningkatan hasil produksi padi sekaligus memperkuat kemitraan antara petani dan PT SBE yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

Acara yang berlangsung di wilayah Tugusari itu dihadiri Kepala Desa Kepulungan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Penyuluh Pertanian Kecamatan Gempol, serta puluhan petani yang tergabung dalam program kemitraan PT SBE.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Betas, Ilyas, mengatakan hasil panen musim tanam kedua tahun ini cukup menggembirakan. Ia menyebut peningkatan produksi tidak terlepas dari kekompakan petani serta pendampingan yang dilakukan PT SBE.

“Alhamdulillah hasil panen tahun ini sangat baik. Petani semakin semangat karena selain hasilnya bagus, harga yang diberikan PT SBE juga lebih tinggi dibandingkan tengkulak,” kata Ilyas.

Menurutnya, selisih harga pembelian gabah dapat mencapai sekitar Rp10 ribu. Kondisi tersebut dinilai memberikan keuntungan lebih bagi petani dan turut meningkatkan pendapatan mereka.

Ilyas menjelaskan, luas lahan yang dipanen mencapai sekitar 25 hektare yang tersebar di Dusun Tugusari, Betas, dan Kabunan. Lahan tersebut ditanami varietas padi M70 dengan estimasi total hasil panen mencapai sekitar 40 ton.

Selain harga jual yang lebih kompetitif, kata Ilyas, pola kemitraan juga memberikan kepastian pemasaran hasil panen. Petani mendapatkan pendampingan sehingga lebih percaya diri dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

“Harapan kami kemitraan ini terus berlanjut. Dengan adanya kepastian harga dan pendampingan, petani menjadi lebih optimistis untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, proses panen juga dilakukan menggunakan mesin combine harvester. Kepala Desa Kepulungan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas bahkan turut mencoba mengoperasikan mesin pemanen modern tersebut selama sekitar 15 menit.

Penggunaan mesin combine harvester dinilai dapat mempercepat proses panen sekaligus meningkatkan efisiensi. Teknologi tersebut juga membantu mengurangi potensi kehilangan hasil panen serta menekan waktu dan biaya operasional petani.

Kemitraan antara kelompok tani dan PT SBE yang telah berlangsung selama tiga tahun disebut terus berkembang. Jumlah petani yang bergabung juga mengalami peningkatan, seiring dengan semakin luasnya lahan yang dikelola melalui pola kerja sama tersebut.

Tasyakuran panen ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah desa, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan sektor swasta.

Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pasuruan.

Dengan hasil panen yang meningkat, harga gabah yang lebih kompetitif, serta dukungan teknologi pertanian, petani Desa Kepulungan optimistis menghadapi musim tanam berikutnya.

Kemitraan yang terjalin diharapkan terus memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut.(mif)