BANGIL, PasuruanToday.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil menggandeng jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dan Puskesmas Bangil untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TBC) di lingkungan rutan.
Kegiatan pemantauan dan pemeriksaan tersebut berlangsung pada Rabu (22/7). Tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap delapan warga binaan, terdiri dari satu orang yang telah terkonfirmasi positif TBC dan tujuh warga binaan yang diketahui memiliki kontak erat dengan pasien.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini sekaligus pemantauan kondisi kesehatan warga binaan. Langkah tersebut juga bertujuan mengantisipasi potensi penularan TBC di lingkungan Rutan Bangil.
Selain melakukan pemeriksaan, tim kesehatan turut meninjau ruang isolasi yang disiapkan pihak Rutan Bangil. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut memenuhi standar kelayakan bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan dan pemisahan sementara.
Aspek yang diperiksa meliputi kebersihan ruangan, sirkulasi udara, serta ketersediaan sarana pendukung lainnya.
Kegiatan tersebut didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil Robi Setiawan Tridesia, bersama staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) dan petugas Klinik Rutan Bangil.
Robi mengatakan sinergi dengan instansi kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan berjalan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi kesehatan untuk memastikan penanganan TBC dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” kata Robi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Rutan Bangil dalam menjaga kesehatan warga binaan sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Rutan Bangil berharap koordinasi dengan jajaran kesehatan dapat terus diperkuat, khususnya dalam upaya deteksi dini, pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit menular di dalam rutan.(mif)


Tinggalkan Balasan